Header Ads

Kenali resiko anda melalui kisah sedih Mike Tyson


Anda mungkin pernah mendengar pepatah yang berbunyi demikian :

"orang pintar belajar dari pengalaman diri sendiri. Sementara orang bijak belajar dari pengalaman orang lain"

Melalui artikel ini, saya ingin mengajak anda untuk mengingat kembali tentang sosok petinju terkenal, Mike Tyson. Mike Tyson merupakan petinju kesohor di tahun 1980 - 2000. Ia telah menghasilkan uang hingga USD 400,000,000 melalui olahraga tinju yang ia tekuni selama 20 tahun. Jika nominal tersebut dikonversi kedalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs Rp. 13,500 per USD, maka hasilnya akan setara dengan Rp. 5,400,000,000,000 atau lima triliun empat ratus milyar rupiah.


"gw aja bingung gimana caranya menghabiskan uang 1 miliar, lah gimana menghabiskan uang lima triliun yak ?! "


Sudah pasti anda dapat melakukan banyak hal dengan mengandalkan uang sebesar Rp. 5,400,000,000. Mulai dari berkeliling dunia, membuka usaha, melakukan perawatan, berinvestasi, membangun sekolah, panti asuhan, dan lain sebagainya. Namun, inilah yang Mike Tyson lakukan terhadap uangnya seperti yang dikutip dari halaman earlytorise.com:
  • Membeli otomotif
  • Membeli perhiasan dan pakaian
  • Membiayai pesta ulang tahun
  • Membeli handphone dan pager
Dengan total tagihan mencapai USD 922,000,000. Ia memang kaya raya, namun resiko senantiasa mengintai. Diambang kekayaannya, Mike Tyson justru mempunyai hutang sebesar $USD 38,000,000 yang diakibatkan oleh kehidupannya yang konsumtif.


"resiko senantiasa mengintai tanpa mengenal suku, agama, ras, jenis kelamin, strata sosial, kasta, dan lain sebagainya"


Di jaman serba modern dan mudah ini, seakan masyarakat sedang dituntun untuk menjadi konsumtif dan berbelanja keperluan yang sebenarnya tidak mereka perlukan. Adanya dukungan pembayaran secara kredit  (berhutang) maupun menggunakan leasing bak gerbang terbuka lebar yang mempersilakan setiap konsumen untuk masuk dan menghabiskan uang mereka. (meskipun terkadang uang mereka telah habis).


"lho kok bisa menghabiskan uang yang telah habis ? Ya tentu saja bisa, yakni dengan cara berhutang. Anda membelanjakan uang yang belum anda miliki pada saat itu" 



Bagi pengusaha, apapun akan dilakukan asal operasional bisnis tetap berjalan. Salah satu cara yang bisa ditempuh yakni dengan melakukan pinjaman kepada bank maupun pihak lain yang bersedia meminjamkan uang dengan harapan bisnis bisa melejit serta menghasilkan keuntungan yang setimpal.

Namun, bagaimana jika anda harus mengalami resiko tutup usia sementara hutang anda yang telah berbunga menunggak sejak lama ? Apa yang anda lakukan ?


"tidak ada jalan lain selain membayar hutang tersebut. Ya, anak, istri, sanak saudara maupun famili wajib membayar mahal atas setiap resiko yang terjadi"


Ketika anda terlambat mempersiapkan segalanya, anda mungkin akan terlambat pula dalam menyiapkan uang yang diperlukan untuk membayar mahal dari sebuah resiko tersebut. Keluarga anda akan melakukan banyak hal seperti :

  • Mengeluarkan dana yang telah ditabung sejak lama
  • Melakukan likuidasi aset yang dimiliki (meskipun seringkali tidak mudah dan cepat)
  • Melakukan pinjaman uang kepada bank maupun pihak yang bersedia meminjamkan uang (sekalipun yang anda lakukan hanyalah gali lubang dan tutup lubang)

"mencegah jauh lebih baik daripada mengobati"

Untuk itu, lindungi diri anda dan keluarga serta orang - orang terdekat anda dengan perlindungan maksimum hingga Rp. 1,000,000,000 hanya dengan melakukan pembayaran yang bisa anda tentukan sendiri mulai dari 5 tahun hingga 20 tahun. Kemudian, anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk membayar premi dan polis akan tetap aktif hingga usia 100 tahun.

Kemudian, anda berhak mengajukan klaim sebesar 20% dari UP yang disetujui dalam polis ketika anda menginjak usia 65 tahun. Selanjutnya, Penanggung akan membayarkan 80% dari UP serta manfaat tambahan lainnya ketika anda mengalami resiko tutup usia. Anda dapat mempelajari contoh proposal yang telah disiapkan di halaman ini.

Berdasarkan proposal tersebut, anda yang berusia 22 tahun hanya perlu membayar premi sebesar Rp. 653,780 selama 20 tahun. Total keseluruhan yang harus dibayarkan untuk perlindungan tersebut sama dengan Rp. 13,075,600.

Kesimpulan :

"anda tidak perlu memiliki uang sebanyak Rp. 1,000,000,000 hanya untuk memiliki harta sebesar Rp. 1,000,000,000"

Tertarik dengan produk ini ? Jangan sungkan untuk menghubungi kami dan kami akan membuatkan proposal  yang sesuai dengan kebutuhan anda!

No comments

Berikan tanggapan atas artikel ini