Header Ads

Solusi dana pendidikan dengan manfaat pengembalian premi. Minat ?

via Pexels.com
"bro, temen lu yang kemarin asik ngobrolin soal digimon dan kartun di tahun 90an sudah pada menikah lho. elu kapan ?"

Demikian canda seorang teman baik yang sering diucapkan ketika kami sedang membicarakan masa depan. Masing - masing dari kami memiliki cerita dan drama uniknya masing - masing seperti yang digambarkan dalam paragraf selanjutnya:

Ada yang sudah memiliki pasangan namun belum berencana untuk menikah dalam waktu dekat. Ada juga yang sudah didesak untuk segera menikah atas tuntutan orangtua, kemudian mencari alasan untuk menunda tuntutan tersebut dengan melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi seraya menikmati masa lajang. Malah ada juga yang takut menikah lantaran stereotype dan cerita banyak orang.

Topik pernikahan dan menikah muda selalu menarik untuk dibahas. Bervariasi artikel bertebaran di mesin pencarian Google tentang menikah muda. Salah satu artikel tersebut menyebutkan bahwa menikah muda rentan berujung pada perceraian.

Meskipun demikian, anggapan tersebut tidak menghalangi masyarakat untuk menikah muda. Hal ini mengakibatkan teman - teman saya yang kebingungan karena kehilangan teman - teman lama mereka untuk melanjutkan kehidupan mengarungi bahtera rumah tangga bersama pasangan mereka masing masing.

Nah, daripada bingung membahas kapan menikah, kapan berkeluarga, kapan mempunyai rumah sendiri, dan kapan memiliki keturunan, lebih baik kita belajar merencanakan keuangan di masa depan. Singkatnya ialah, kita akan mengangsur hal yang akan menjadi tanggung jawab kita (sebagai calon orangtua) di masa mendatang, yakni biaya pendidikan anak.

discalimer : artikel ini hanya membahas tentang biaya pendidikan anak. Jika anda membutuhkan solusi untuk warisan, anda dapat membuka tautan berikut ini dengan produk yang lebih cocok sesuai kebutuhan anda.


"lebih baik mencicil sedikit demi sedikit yang kemudian menjadi bukit"


Sebelum membahas lebih lanjut soal biaya pendidikan, ada baiknya kita mengungkap gambaran tentang biaya pendidikan. Halomoney telah menyiapkannya sehingga kita bisa mengaksesnya secara terbuka dan gratis di halaman ini. Dari segi nominal, terlihat jelas bahwa institusi pendidikan negeri memiliki biaya pendidikan yang relatif lebih terjangkau dibandingkan dengan institusi pendidikan swasta.


"Namun, bisakah anda pastikan bahwa anak anda pasti lolos seleksi dan diterima di instituasi pendidikan negeri ? Apa rencana selanjutnya jika sang buah hati tidak lolos seleksi dan ditolak di institusi pendidikan negeri ?"


Namun, kita semua perlu tahu dalam segala hal bahwa :


"harga akan selalu sejajar dengan kualitas"


Setelah anda memperkirakan biaya pendidikan yang harus disiapkan, anda tentu harus memperkirakan biaya sehari - hari jika sang buah hati anda diharuskan untuk menempuh studi di luar kota atau di negeri seberang. Dibawah ini merupakan biaya yang mungkin dipertimbangkan sebelum mengirimkan buah hati menimba ilmu di negeri seberang :

  • Biaya hidup (makan / minum sehari - hari),
  • Biaya tinggal (kost - kostan atau rumah kontrakan),
  • Transportasi dan akomodasi,
  • Pulsa dan internet,
  • Biaya buku, silabus, modul, materi kuliah,
  • Biaya hiburan, jalan - jalan, rekreasi.
Paling tidak, anda harus menyiapkan 6 poin diatas sebelum mengirim sang buah hati untuk belajar di negeri sebarang. Pertanyaannya, apakah anda sudah menyiapkannya dari sekarang ? 

Jika anda telah menyiapkannya, maka akan muncul pertanyaan dibawah ini :
  • Bagaimana dengan resiko yang mungkin terjadi atas diri anda ? 
  • Apakah sudah anda perhitungkan jika anda tertimpa resiko penyakit atau resiko tutup usia yang memaksa anda untuk tidak produktif dan menghasilkan ?
  • Apakah anda sudah siap menghadapi tagihan yang semakin membengkak dan penghasilan yang semakin mengerucut akibat resiko yang mungkin timbul ?
Jika anda belum menyiapkannya, maka anda mungkin tertarik untuk membaca artikel ini selanjutnya.

via Pexels.com
"Perlindungan maksimum hingga Rp. 2,500,000,000 dengan modal Rp. 1,000,000 setiap bulan dengan jangka waktu yang fleksibel"

Produk Smartkidz sering disebut sebagai sosok Guardian Angel atau dalam bahasa Indonesia berarti malaikat penjaga. Figur malaikat penjaga inilah yang bertugas untuk melindungi Tertanggung dalam menghimpun dana pendidikan sang buah hati sehingga orangtua (sebagai tertanggung) dapat fokus mengumpulkan dana dengan aman tanpa perlu khawatir adanya resiko yang mungkin terjadi.

Dengan manfaat utama seperti 100% UP + 100% pengembalian premi (baik yang telah dibayar maupun yang masih harus dibayarkan Pemegang Polis) ditambah dengan manfaat tambahan berupa santunan resiko rawat inap dan cacat total, menjadi titik terang demi pendidikan yang lebih baik dan lebih layak bagi sang buah hati.

Saya telah membuat proposal untuk produk Smartkidz yang bisa diunduh melalui tautan berikut ini.

Pada proposal tersebut saya membuat profil dengan sosok pria berusia 26 tahun. 26 tahun merupakan usia ideal dimana banyak pasangan memutuskan untuk menikah dini dan memulai rumah tangga.

Kemudian proposal tersebut saya atur dengan jangka waktu 18 tahun dengan asumsi anda membeli produk ini ketika sang buah hati masih berada dalam kandungan atau berusia satu tahun. Hal ini berarti anda wajib membayarkan premi selama 18 tahun sebagai perlindungan anda dalam menghimpun dana pendidikan yang dibutuhkan di masa mendatang.

18 tahun berlalu dan Tertanggung dianugerahi tubuh yang sehat serta fit, maka Pemegang Polis dapat mengakhiri polis dan mendapatkan uang kembali berupa hasil investasi yang ditentukan oleh kinerja investasi selama anda terlindungi.

Berdasarkan proposal diatas, hasil investasi tersebut diperkirakan mulai dari Rp. 5,237,026 (melakukan cuti premi) hingga Rp. 467,032,038 (tanpa melakukan cuti premi) dalam jangka waktu 18 tahun (sesuai proposal).

Sang Guardian Angel "Smartkidz" melindungi anda dari resiko cacat total hingga resiko tutup usia. Jika anda tertimpa resiko penyakit kritis, maka Uang Pertanggungan sebesar Rp. 1,250,000,000 telah disiapkan oleh Penanggung.

Jika anda mengalami resiko tutup usia setelah mengalami resiko penyakit kritis, maka Termasalahat akan menerima 3 buah manfaat utama dibawah ini :

  • Uang Pertanggungan resiko tutup usia sebesar Rp. 1,000,000,000,
  • Uang Pertanggunan penyakit kritis sebesar Rp. 1,250,000,000
  • Premi yang telah dibayarkan dan belum dibayarkan (dalam bentuk unit),
  • Dana investasi yang nilainya sesuai dengan kinerja investasi.

Dengan demikian, sang buah hati dapat tetap melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.



Bagaimana ? Apakah anda tertarik dengan produk Guardian Angel "Smartkidz" ini ?
Segera hubungi kami via Facebook / Whatsapp untuk mendapatkan perlindungan terbaik dan proposal yang sesuai untuk kebutuhan keluarga anda.

No comments

Berikan tanggapan atas artikel ini