Header Ads

Bagimana anda melewatkan masa pergantian tahun 2017 menuju 2018 ? Ini cerita saya.

via Pexels.com
Bagi sebagian orang, momen pergantian tahun merupakan momen yang begitu membahagiakan. Ketika saya bertanya kepada teman - teman saya, mereka memberikan jawaban yang bervariasi, mulai dari melakukan barbecue, membuat jagung bakar, melihat pesta kembang api di alun - alun kota atau lapangan, dan lain sebagainya.

Hal menarik diatas tidak belaku bagi saya. Setiap tahun, hampir dari tahun ke tahun, saya selalu menghabiskan masa pergantian tahun di rumah, berkumpul dengan sanak saudara dan famili dan kami mulai berdoa. Kami mendoakan tahun yang telah berlalu, mendoakan tahun yang akan datang, serta berdoa pula untuk resolusi kami kedepan. Kami bersyukur untuk kesehatan, makanan, prestasi dan pencapaian yang telah diperoleh di tahun sebelumnya.

Pada momen itu pula kembali diingatkan kepada sanak saudara serta famili yang telah pergi mendahului kami semua, mengenang kebaikan mereka semua, dan kembali ke masa kini untuk melanjutkan kehidupan selanjutnya di tahun 2018.

Berbicara tahun 2018, maka kita akan terhubung dengan waktu. Waktu yang telah dimulai dan belum tahu kapan akan berhenti. Kita ada dan berdiri diantaranya. Apa yang kita lakukan saat ini, berpengaruh pada bagaimana kondisi kita di masa depan. Kita yang ada saat ini dipengaruhi dan ditentukan oleh apa yang kita lakukan masa lalu. Penyesalan akan selalu datang terlambat, yakni ketika resiko datang dan menghancurkan rencana dan mimpi yang telah kita tentukan.

Resiko tidak bisa dihindari, namun bisa diminimalisir. Bayangkan jika 1 APAR (alat pemadam api ringan) dapat mematikan api yang kecil sebelum ia menjadi besar dan menghanguskan seisi gedung dengan puluhan lantai. Dengan menyiapkan budget minimum, dapat menyelamatkan dari kehilangan dana maksimum. 

Selamat tahun baru 2018, kiranya kita semua menerima apa yang layak menjadi milik kita untuk dibagikan kepada sesama. 

No comments

Berikan tanggapan atas artikel ini