Header Ads

Bolehkah saya berhutang demi pendidikan anak ?

via Pixabay.com
Sebuah pertanyaan menarik datang dari seorang teman lama yang bertanya kepada saya demikian :


berikan saya alasan mengapa saya tidak boleh berhutang demi pendidikan anak saya!


Memang, setiap orangtua pasti ingin berusaha maksimal demi anak tercinta. Tapi, apakah itu berarti harus berhutang demi pendidikan anak?

Saya menemukan cerita menarik di Twitter oleh @tey_saja terkait studi di Amerika Serikat. Berbeda dari Indonesia, Amerika Serikat memiliki caranya sendiri dalam pembiayaan pendidikan.

Jika anda tidak mempunyai cukup uang di Indonesia, pilihannya adalah:
  1. Anda menunda pendidikan formal,
  2. Anda menjalani pendidikan formal sambil mencari uang (jika anda diterima bekerja),
  3. Anda menjalani pendidikan formal dengan mengandalkan beasiswa.
Di Amerika Serikat, anda (sebagai murid) berhak mengajukan Student Loan atau Pinjaman Siswa.  Paling tidak, siswa harus meminjam $50,000 atau senilai dengan Rp. 650,000,000 untuk mendukung operasional siswa selama menjalani pendidikan di Ameriak Serikat. Pinjaman ini dapat diperoleh dengan menjaminkan diri sendiri sebagai agunan.

Lho, kok bisa?

Usut punya usut, ternyata Amerika Serikat memiliki data kependudukan yang terintegrasi. Bukan tidak mungkin bila seseorang mempunyai Student Loan yang belum dilunasi, maka gaji akan langsung ditarik untuk pembayaran Student Loan tersebut. 

Jika siswa gagal melunasi Student Loan tersebut, maka ia mungkin akan mengalami kesulitan ketika mengajukan KPR, mengontrak apartemen, dan lain sebagainya.

Menurut kak @tey_saja konon Student Loan ini bisa diselesaikan selama 20 - 30 tahun dengan angsuran per bulan sebesar $200 - $350 atau senilai dengan Rp. 2,600,000 hingga 4,600,000 per bulan dengan asumsi siswa langsung mendapat pekerjaan seusai menyelesaikan studi tingkat tinggi. 

Bagaimana nasib mereka yang tidak langsung mendapat pekerjaan atau terlambat dalam menyelesaikan studi ? Sudah pasti ia akan membutuhkan dana lebih banyak dengan angsuran lebih panjang serta bunga pinjaman yang semakin berbunga. duh!

Demikian cerita singkat bagaimana siswa di Amerika Serikat menjaminkan dirinya untuk berhutang terhadap negara demi meraih pendidikan. Kisah selengkapnya bisa dibaca di tautan berikut ini.

Berhutang demi pendidikan anak sangatlah mungkin untuk dilakukan bila anda mampu untuk melunasinya. Jika kita membaca kisah diatas, masa pembayaran hutang mencapai hingga puluhan tahun. Bagaimana jika terjadi resiko atas anda sebagai orangtua dan tidak mampu menyelesaikan hutang yang ditagihkan kepada anda?

Anda tentu ingin menjaminkan masa depan yang cerah bagi anak anda. Pastikan anda memulai perencanaan keuangan jangka panjang dengan asuransi sehingga anda mampu meminimalisir resiko finansial yang mungkin terjadi di masa mendatang.

No comments

Berikan tanggapan atas artikel ini