Header Ads

Tanggapan mengenai usia ideal untuk menikah yang sempat viral di Facebook

via Facebook

Bagi anda yang aktif menggunakan media sosial Facebook, mungkin anda akan familiar dengan gambar yang tertera pada artikel ini, sambil memberi sedikit komentar serta membuat mention / tag seseorang dengan tujuan menyindir / menginformasikan usia menikah ideal.
via Facebook
via Facebook
via Facebook
via Facebook
Berdasarkan data diatas, saya mengambil kesimpulan mengapa usia menikah diatas 32 tahun dikategorikan kedalam kelas waspada atau siaga karena pada usia tersebut, seorang kepala keluarga harus memenuhi kebutuhan finansial anak BAHKAN ketika kepala keluarga tersebut telah memasuki usia pensiun (55 tahun). Jika dana finansial belum tercukupi, maka anda (sebagai kepala keluarga) wajib bekerja disaat fisik telah menua demi memenuhi kebutuhan finansial tersebut.

Jika kita membuat rincian atas tabel diatas, maka kita dapat mengambil perhitungan seperti dibawah ini :

  • Anak lahir = 2 tahun setelah menikah
  • Anak memasuki pendidikan Sekolah Dasar = 7 tahun setelah anak lahir.
  • Anak memasuki pendidikan Sekolah Menengah Pertama = 6 tahun setelah anak memasuki pendidikan Sekolah Dasar (tanpa tinggal kelas / mengulang tingkat pendidikan)
  • Anak memasuki pendidikan Sekolah Menengah Atas = 3 tahun setelah anak memasuki pendidikan Sekolah Menengah Pertama (tanpa tinggal kelas / mengulang tingkat pendidikan).
  • Anak memasuki Perguruan Tinggi = 3 tahun setelah anak memasuki pendidikan Sekolah Menengah Atas (tanpa tinggal kelas / mengulang tingkat pendidikan).
  • Anak lulus Perguruan Tinggi = 4 tahun setelah anak memasuki Perguruan Tinggi (tanpa tinggal kelas / mengulang tingkat pendidikan).
  • Anak menikah = 1 tahun setelah anak lulus perguruan tinggi (jika telah memiliki calon / merasa sudah siap)
Jika realisasinya anak tidak sesuai pada timeline diatas, anda mungkin membutuhkan lebih banyak dana untuk membiayai pendidikan sekolah anak, termasuk menyiapkan dana pernikahan bagi anak.
  1. Apakah anda telah menyiapkan dana tersebut ?
  2. Bagimana jika sewaktu - waktu anda tertimpa resiko kesehatan / jiwa / disabilitas ketika anda sedang menyiapkan dana tersebut ?  Apakah dana bisa disiapkan tepat waktu ?



Apa yang tidak dijelaskan pada gambar tersebut tercantum pada kalimat ringkas dibawah ini :


Perencanaan keuangan yang matang sebaiknya dimulai sedini mungkin.


Bagi anda yang khawatir karena sebentar lagi akan memasuki usia tersebut, saya hanya bertanya pertanyaan sederhana dibawah ini kepada anda :

apakah anda hanya akan memulai menabung ketika anda telah menikah ? Apakah anda hanya akan merencanakan masa depan ketika anda telah menikah ? 


Saya yakin jawabannya tidak. Begitu pula dengan perencanaan keuangan untuk tabungan hari tua, resiko rawat inap / kesehatan hingga tutup usia. Anda tidak perlu menunggu pernikahan untuk memulai asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan dan menyisihkan uang untuk anak anda. Anda dapat memulai asuransi dan menyisihkan dana tersebut sejak dini dengan keuntungan yang tertera pada artikel berikut ini.


Untuk itu, kami memiliki produk (contoh Maestro Link Plus) yang didalamnya telah menjaminkan bervariasi resiko seperti resiko kesehatan, penyakit kritis, disabilitas, hingga dana pensiun bagi anda dan keluarga.

Jangan sungkan untuk menghubungi kami untuk membahas pengelolaan keuangan serta proteksi bagi anda maupun keluarga via Whatsapp / Facebook Page / Instagram.

No comments

Berikan tanggapan atas artikel ini