Header Ads

Tips dan cara menangani penolakan [objection] secara profesional

via Pexels.com
Sebagai agen asuransi, kita harus hidup dan terbiasa dengan penolakan atau objections. Pada prakteknya, kita akan menjumpai banyak sekali penolakan, mulai dari penolakan yang masuk akal dan bisa dibuktikan secara faktual hingga penolakan yang subjektif.

Namun hal ini takkan memukul mundur niat baik kita untuk menyajikan perencanaan keuangan yang baik bagi calon nasabah. Berikut ini adalah tips dan cara menangani penolakan secara profesional yang telah dirangkum dari berbagai sumber:

Bersiaplah atas segala kemungkinan penolakan yang mungkin terjadi.

Siapkan diri untuk menghadapi segala penolakan yang mungkin terjadi, mulai dari faktual hingga subjektif dan spiritual. Dengan demikian, anda akan menjadi lebih tenang sehingga dapat menyampaikan informasi secara jelas dan percaya diri.

Jangan menyela perkataan atau ucapan calon nasabah!

Seorang teman pernah berkata kepada saya, bahwa mereka yang tidak mampu mendengarkan dan menyajikan solusi bagi orang lain, takkan bisa berdagang dengan baik. Terkadang calon nasabah mengeluarkan reaksi dan respon yang tak terduga sehingga membuat anda ingin memotong ucapan mereka dan mengklarifikasi reaksi atau respon tersebut.

Hal yang dapat anda lakukan ialah tetap tenang dan mendengarkan ucapan atau perkataan calon nasabah. Kemudian anda dapat memberi tanggapan ketika ia telah selesai berbicara. Hal ini akan memberikan kesan positif bahwa anda memang senang mendengar orang lain sekaligus membentuk profil yang positif bagi anda di hadapan calon nasabah.

Berterima kasih untuk setiap penolakan atau objections yang dilontarkan calon nasabah.

Dengan adanya penolakan atau objections tersebut niscaya memperkaya sekaligus menambah pengalaman anda sebagai agen asuransi dalam berjualan, karena setiap orang memiliki respon dan tanggapan yang bervariasi pula. 

Mendukung penolakan yang diutarakan oleh calon nasabah sebelum mengoreksinya.

Hal ini akan meningkatkan nilai jual anda sebagai agen asuransi sekaligus menunjukkan kalau diri anda memang ingin mengerti nasabah.

Lawan seluruh penolakan yang sifatnya subjektif!

Jika anda meyakini bahwa calon nasabah akan melakukan penolakan yang sifatnya subjektif dan asumsi tanpa dasar yang kuat, sebaiknya anda mengutarakannya terlebih dahulu sebelum penolakan tersebut keluar dari ucapan calon nasabah. Hal ini akan meminimalisir penolakan yang akan anda terima selama berdiskusi dengan calon nasabah.

Cari tahu penolakan yang tidak anda mengerti dari ucapan calon nasabah.

Sebagai agen asuransi, penting bagi anda untuk mencari tahu penolakan yang tidak anda mengerti secara jelas sehingga anda dapat setuju atau tidak setuju atas penolakan tersebut. Menebak atau menduga - duga penolakan mungkin akan merugikan anda karena anda tidak tahu apa yang sebenarnya menjadi dasar dari penolakan yang diutarakan.

Sesekali sisipkan humor pada waktu dan momen yang tepat ketika berdiskusi.

Asuransi merupakan perencanaan keuangan jangka panjang dan nasabah umumnya akan tegang serta berhati - hati ketika berdiskusi dengan agen asuransi. Anda mungkin ingin menyisipkan sedikit humor agar diskusi dapat berjalan santai tanpa ada ketegangan dan terarah.

Menerima penolakan dan berdiskusi dengan calon nasabah lainnya.

Ada kalanya calon nasabah melakukan penolakan yang terlalu sering bahkan dengan gesture atau bahasa tubuh yang tak lagi bersahabat. Jika demikian, maka anda mungkin ingin mundur menawari calon nasabah tersebut dan mencari calon nasabah lainnya.

***********

Demikian tips dan cara menangani penolakan secara profesional. Bila anda memiliki tips atau cara lainnya, anda mungkin ingin membagikannya via kolom komentar yang tersedia.


No comments

Berikan tanggapan atas artikel ini